1.Dalil-Dalil tentang adanya malaikat
dari al-quran dan al-hadis
A.Dalil dalam al-qur’an: (1-8)
Firman Allah swt:
1.”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah
dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab
yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang
itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
2,“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail,
Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
3.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak
menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau
hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji
Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui
apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
4.“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya
dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada
Allah, malaikat-malaikat-Nya,
kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak
membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”,
dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah
Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
5.“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi
Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat
yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan
menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
6.“Dan malaikat-malaikat
berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat
menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
7.“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami
menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang
kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang
yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan
orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam
hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang
dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah
Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk
kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara
Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan
bagi manusia.” (QS.
Al Muddatstsir: 31)
8.“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama
dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak
cucunya, sedang malaikat-malaikat
masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun
‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
B.Dalil
dalam al-hadis: (1-6) Rasulullah bersabda:
1.“Ya
Allah Tuhannya Jibril,
Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan
bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara
hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada
kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau
memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
2.“Sesungguhnya Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang
dikelilingi para malaikat)
dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3.“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid
terdapat malaikat-malaikat
yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat
menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik, Hadits ini shahih)
4.“Terkadang malaikat menjelma
kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara kepadaku dan aku
memahami apa yang ia ucapkan.” (HR.
Bukhari)
5.“Malaikat
malam dan malaikat siang
secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
6.“Allah menciptakan malaikat
dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang
telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.” (HR. Muslim)
2.PENGERTIAN IMAN
KEPADA MALAIKAT
Iman kepada malaikat ialah percaya dan yakin akan adanya makhluk Allah
Swt yang tercipta dari cahaya (nur),dan makhluk itu mempunyai sifat-sifat yang
tak pernah berbuat maksiat kepada Allah Swt, namun mereka selalu bertasbih,
bertahmid, dan bersujud.
Malaikat adalah salah satu makhluk Allah SWT yang gaib atau tidak tampak oleh mata. Dia tidak mempunyai nafsu, tetapi mempunyai akal. Dia dapat menjelma
menyerupai apa saja, sesuai dengan kehendak Allah SWT. Malaikat memiliki
kekuatan yang luar biasa; sehingga dapat mengerjakan hal-hal yang beraturan
melebihi kekuatan manusia beratus-ratus, bahkan beribu-ribu jumlahnya
sekalipun. Sifatnya yang ruhi atau halus tersebut membuatnya tidak butuh makan
dan minum, apalagi pakaian seperti halnya manusia.
Malaikat diciptakan
Allah SWT untuk melakukan tugas dan kewajiban yang diberikan Allah kepadanya,
demi teraturnya alam semesta. Mereka sangat taat dan patuh atas semua perintah
Allah, tanpa pernah berbuat durhaka sekalipun. Jumlahnya sangat banyak dan
tidak ada yang mengetahuinya secara pasti, kecuali hanya Allah SWT. Namun yang
wajib diketahui adalah malaikat yang disebut sebagai Malaikat Karubiyyun
(penghulu malaikat), yaitu berjumlah sepuluh. Selain Malaikat Karubiyyun
ada juga malaikat yang disebut kelompok Malaikat Muqarrabun. Sebagai
muslim, kita wajib mengimani atau mempercayai dan meyakini adanya malaikat
Allah. Sebab beriman kepada malaikat termasuk salah satu rultun iman yang enam.
Sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
"Bukanlah
menghadap kata wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi
sesungguhnya kebaktian itu beriman kepada Allah., hari akhir,
malaikat-malaikat, kitab-kitab dan nabi-nabi."
(Q-S. Al-Baqarah:177).
Dalam sejarah,
diperoleh gambaran bahwa sejak zaman purbakala sudah ada kepercayaan manusia
yang gaib. Misalnya bangsa Greek (Yunani) mempercayai dewa Ares sebagai dewa
peperangan, suku Kan'an dengan dewa Ba'ai, penduduk Meksiko dengan Dewa
Matahari, bahkan ada yang mempercayai bahwa malaikat itu adalah anak perempuan
Tuhan.
Untuk meluruskan
kepercayaan yang salah tersebut, Allah menurunkan Islam dengan ajaran
Tauhidnya. Melalui paham ini jelaslah bahwa pengabdian hanya semata-mata kepada
Allah, Zat Yang Maha Esa, bukan kepada benda tertentu sebagaimana kepercayaan
yang dianut orang-orang terdahulu.
Manusia
diciptakan oleh Allah dari tanah (QS. Al Hijr: 28, Shaad: 71). Jin diciptakan
dari "Nar" (api) yang panas (QS. Hijr: 27, Ar Rahman: 15). Malaikat
diciptakan dari "Nur" (cahaya) berdasarkan hadits Rasulullah Swt,
yang berasal dari Aisyah:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala
api, sedang Adam dari apa pang telah diterangkan kepada kamu sekalian. "
(HR. Muslim)
Al Qur'an dan hadits
telah memberikan gambaran bahwa malaikat-malaikat Allah jumlahnya sangat
banyak, tak ada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah (QS. Al Mudatstsir:
31). Dalam Hadits Bukhari - Muslim diriwayatkan dari Anas r.a. tentang kisah
Isra' Mi'raj bahwa Allah memperlihatkan "Al Baitul Ma'mur" di langit
kepada Nabi Muhammad Saw, di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang tiap hari
melakukan shalat. Siapapun yang keluar dari tempat itu tidak kembali lagi.
Dengan demikian,
beriman kepada malaikat wajib hukumnya. Sebab Allah telah memerintahkan kepada
umat Islam yang beriman kepada-Nya, hendaknya beriman pula kepada
malaikat-malaikat yang diciptakan-Nya.
Makna beriman kepada
malaikat, sesungguhnya adalah beriman dalam pengertian bahwa kita harus percaya
akan keberadaan malaikat sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap
perintah Allah SWT untuk mengimani nya.
3.TUGAS-TUGAS
MALAIKAT
Diantara tugas dan
fungsi mereka itu antara lain sebagai berikut:
1.
Malaikat
Jibril, disebut juga Rukun Amin atau Ruhul Qudus mengemban tugas menyampaikan
wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.
2.
Malaikat
Mikail bertugas membawa rezeki dari Allah kepada semua makhluk-Nya.
3.
Malaikat
Israfil mengemban tugas meniup sangkakala pada hari kiamat.
4.
Malaikat
Izrail mengemban tugas mencabut nyawa setiap makhluk hidup.
5.
Malaikat
Raqib bertugas mencatat perbuatan manusia yang baik.
6.
Malaikat
‘Atid mengemban tugas mencatat amal manusia yang buruk.
7.
Malaikat
Munkar mengemban tugas menanyai tiap-tiap orang yang baru masuk ke liang kubur.
8.
Malaikat
Nakir mengemban tugas sama dengan malaikat Munkar.
9.
Malaikat
Malik bertugas sebagai penjaga neraka.
10. Malaikat
Ridwan mengemban tugas menjaga surga.
Selain malaikat yang
berjumlah sepuluh tersebut di atas, ada juga malaikat lainnya yang mengemban
tugas dan fungsi sebagai berikut:
1.
Sebagai penjaga
Arasy Firman Allah SWT:
Artinya :
"(Malaikat-malaikat) yang memikul
Arasy dan orang-orang yang berada di sekelilingnya bertasybih memuji Allah dan
mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampunan bagi orang-orang yang
beriman…..” (Q-S. Al-Mukmin:7)
2.
Sebagai
utusan Allah untuk mengurus berbagai urusan-Nya.
Firman Allah SWT
Artinya:
"Segala puji
bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai
utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap,
masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada
ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kudus atas segala sesuatu." (Q.S. Al-Fathir:1).
3.
Penjaga
hukum alam:
Firman Allah SWT:
Artinya:
"Demi
angin-angin yang menebarkan tanah (debu) dengan sekuat-kuatnya. Dan awan yang
mengandung membawa hujan. Dan kapal-kapal yang ber layar dengan mudahnya. Dan
demi malaikat yang membagi-bagi pekerjaan tersebut. Sesungguhnya apa yang
dijanjikan kepadamu pasti benar. Dan sesungguhnya hari pembalasan pasti
terjadi." (Q.S. Adzariyat: 1-6).
4.PENGHAYATAN KEIMANAN KEPADA PARA
MALAIKAT
Sebagai muslim kita wajib menghayati keimanan kita pada malaikat. Sebab
selain merupakan perintah Allah SWT, juga dapat mengandung hikmah bagi
kehidupan di dunia dan di akhirat, diantaranya sebagai berikut:
1.
Dapat
mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena malaikat adalah
makhluk Allah yang tidak memerlukan makanan, minuman, pakaian dan sebagainya,
tetapi mereka patuh dan taat menjalankan perintah Allah, tanpa keluhan sedikit
pun. Kita sebagai manusia, makhluk Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan
makhluk-Nya yang lain, mestinya malu kepada Allah, jika tidak mentaati segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Perhatikan firman Allah
SWT:
Artinya: "
"(Ingatlah)
ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku bersama kamu,
maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman." (Q.S. Al-Anfal: 12)
2.
Menambah
sikap disiplin dan patuh dalam kebaikan. Di antara sifat malaikat adalah disiplin
dan patuh atas segala perintah Allah SWT, sedangkan disiplin dan patuh itu
merupakan sifat terpuji dan mulia. Karena itu, hendaknya kita dapat mencontoh
kepada sifat-sifat luhur para malaikat.
Perhatikan firman Allah
SWT:
Artinya:
"Bukanlah
kebaktian itu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi
sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian;
malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan para nabi....." (Al-Baqarah: 177).
3.
Meningkatkan motivasi untuk berbuat baik. Sebab
di antara malaikat ada yang bertugas mencatat dan mengawasi setiap amal
perbuatan manusia. Apa pun bentuk perbuatan manusia, yang tampak dan yang
tersembunyi pasti dicatatnya, baik itu amal baik maupun amal buruk. Karena itu,
hendaknya kita berhati-hati dalam melakukan sesuatu, usahakan semua amal
perbuatan kita mengarah pada yang baik-baik.
Perhatikan sabda
Rasulullah saw:
إِنَّ لِلشَّيْطَانِ
لَمَّةً بِاِبْنٍ اَدَمٍ وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ
فَإِيْعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيْبِ بِالْحَقِّ، وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ
فَإِيْعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيْقٌ بِالْحَقِّ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ
شَيْئًا فَالْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللهِ وَلْيَحْمَدِ اللَّهِ وَمَنْ وَجَدَ
اْلآخَرَ فَلْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ (رواه ابن مسعود)
Artinya:
“Syaitan
itu dapat menggetarkan hati (mengajak hati) anak Adam (manusia) dan malaikat
pun dapat menggerakan hati pula. Adapun ajakan syaitan ialah menjanjikan
kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedang ajakan malaikat ialah menjanjikan
kebaikan dan mempercayai kebenaran. Maka barangsiapa yang menemukan (merasa
mendapatkan) sesuatu dari ajakan malaikat, hendak lah ia mengerti bahwa yang
demikian itu adalah dari karunia Allah, maka hendaklah, pula memuji kepada
Allah itu. Tetapi barangsiapa menemukan yang lainnya (ajakan syaitan),
hendaklah memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan." (H.R.
Ibn Mas'ud)
5.PERILAKU
BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT
Adapaun
dalam beriman kepada malaikat, manusia hanya disuruh oleh allah swt. untuk
mengimani dan mempercayainya saja dengan cara-cara sesuai dengan petunjuknya
dalam kitab suci Al-Qur'an hadis. Contoh perilaku beriman kepada malaikat,
antara lain:
1. Rajin mengerjakan shalat berjamaah,
karena para malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah.
2. Berperilaku dermawan, karena para
malaikat selalu mendoakan orang yang senang bersedekah.
3. Rajin belajar dan menuntut ilmu,
kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
4. senang membaca Al-Qur'an, karena
ketika Al-qur'an dibacakan, maka malaikat akan hadir dan mendengarkannya. Berperilaku
baik dan jujur, karena merasa selalu diawasi malaikat.
5.Ta'at melaksanakan perintah Allah, sebagaimana dicontohkan malaikat dalam
pengabdian-nya kepada Allah.
Penuh optimis dalam menghadapi bentuk kehidupan
irti, karena yakin ada pelindungdan penolong.
My Teacher: Amri