Minggu, 18 Agustus 2013

Aku Mencintainya dari Ketulusan Hatiku

                                   Diam-diam aku mulai mengamatinya. Dari kejauhan, aku melihatnya sedang duduk disebuah kursi dengan lelehan air mata sambil menuliskan sesuatu dalam buku kecil(diary). Tampak raut wajahnya menggambarkan luka yang sangat mendalam. Sepertinya ia sedang ada masalah. Belakangan ini, ia sering membawa tissue dengan ukuran yang lumayan besar. Terutama ketika musim panas tiba. Di lain waktu, tak sengaja aku melihat hidungnya mengeluarkan darah. Dan segera mungkin ia usap dengan tissue yang sudah di siapkannya dari awal musim panas. Musim panas di Kairo, bukanlah musim panas biasa melainkan seperti saat kita berada dekat tungku api yang besar. Ingin rasanya aku menghampirinya dan keluar dari tembok ini. Sepertinya itu tidak akan terjadi karna sifat individualisnya.
                               
                                   Ia adalah seorang gadis manis. Selalu menggunakan jilbab hijau dan kerudung senada. Anggun sekali gadis itu. Yang sangat megherankan bagiku adalah sifat individualisnya. Aku memang tidak tau sedikitpun tentang dia yang aku tau wajahnya seperti orang indonesia.Apa semua orang indonesia sepertinya.Kurasa tidak. Ia selalu sendiri dan tak pernah berbicara pada siapapun kecuali pada dosen pembimbing. Gadis itu bernama aisyah.Kata temanku yang berasal dari indonesia. Ia pindah ke kairo karna mendapatkan beasiswa dan keluarganya dari golongan orang yang bisa di bilang tidak mampu.

                                   Saat itu pagi, aku selalu datang lebih awal untuk menghindari panasnya udara kairo. Aku melihatnya dari kejauhan berjalan menuju kelas. Saat kami berpapasan , ia tidak sadar kalau darah dari hidunya telah menetes ke kerudung hijaunya."syah, kamu sakit? hidungmu berdarah" dan ia pingsan di hadapanku. Akupun segera menopang tubuhnya. Aku terduduk, dan aku pun merangkulnya menuju kelas.Lalu ku baringkan Aisyah yang sedang tidak sadarkan diri di meja.Saatku membersihkan darah dari hidungya ia menyentuh tanganku dan sepertinya ia sedang menahan rasa sakit.
                               
                                    Hampir setengah jam kami disana, tidak seorangpun mahasiswa dan mahasiswi lain datang. Segera aku teringat kalau hari ini dosen sedang tidak berada di tempat.kenapa aku sampai lupa dan dia, barangkali ini sudah takdir allah mempertemukan aku dengannya. Aku bingung kemana harus membawanya pulang sedangkan aku tidak tau dimana dia tinggal.Akhirnya aku memutuskan untuk membawanya pulang kerumahku dan tidak mungkin aku tinggalkan dia sendiri. Buru-buru ku hubungi supir pribadiku unuk menjemput kami.
                        
                                       Setelah sampai di rumahku, aku menelpon dokter, kenalan papaku untuk memeriksanya. Hasilnya sangat mengejutkan. Ternyata ia menderita kanker paru-paru dan menurut analisa dokter wakunya hidup tinggal beberapa bulan lagi. Aku merasa kasihan sekali, mengapa gadis sepertinya di berikan penyakit yang parah. Mengapa tidak aku saja yang merasakannya. mengapa tidak aku saja yang sakit dalam pikiranku.Jika saja aku dapat menggantikanmu Aisyah. Pasti sudah kulakukan.
                    
                                     Setelah ia sadar ku coba untuk sedikit bertanya tentang dirinya.Aku ditemani oleh seorang pembantu saat itu.Ternyata, Ia tinggal bersama tante angkatnya yang kasar dan suka menyiksa.Pantaslah aku sering melihat bekas merah dipipinya. Dan pembantuku bilang, bahwa, banyak sekali bekas cambukan tali pinggang di punggungnya. Aku semakin kasihan padanya. Gadis yang selama ini aku cinta ternyata nasibnya begitu malang. Andai aku bisa menggenggam tanganmu, dan memeluk erat dirimu untuk menguatkanmu. Akan kulakukan itu, namun ia belumlah halal bagiku.

                          Aku pikir, jika aku mengantarkan pulang ke rumah tantenya keadaannya akan semakin memburuk. Lantas terlintas dalam pikiranku untuk melakukan khitbah. Walaupun ia sedang sakit sekarang.
Aku menemuinya bersama seorang pembantu dan aku duduk disampingnya. Dan aku mulai berkata "Aisyah bersediakah engkau menjadi istriku" Ia terlihat terkejut kulihat dari raut mukanya. "Tidak pantas wanita penyakitan sepertiku mempunyai seorang suami yang kaya sepertimu Farhan. Masih banyak wanita lain yang lebih dari padaku". Suaranya yang parau kudengar. "Aku mencintaimu karna allah aisyah , kau tidak akanku biarkan pulang, Karna itu akan membuatmu terus di siksa oleh tantemu. ayolah aisyah kau taukan apa hukumnya seorang pria dan wanita tinggal serumah tanpa ada ikatan pernikahan" Dia menjawab "aku tau farhan, haram. Tapi .." "Tapi apa Aisyah, kau ingin Allah murka pada kita, karna mengerjakan larangannya" ia menjawab " tidak farhan tidak, Baiklah karna allah telah menakdirkannya"

                   lalu kupanggil ustadz dan beberapa orang saksi unuk melaksanakan ijab qabul. Setelah itu kami mengadakan Ijab qabul dengan di saksikan orang-orang terdekatku. Ini kulakukan karna kusangat mencintaimu Aisyah, akan ku jalani apa yang menjadi kewajibanku sebagai seorang suami. Yang selalu menuntun istrinya dan akan ku jaga kau dalam hidupku.

                    Beberapa hari setelah itu, Istriku menjalani pengobatan yang di sarankan para dokter spesialis paru-paru. Aku selalu membawanya ketaman saat ia inginkan. Dan kusuapi ia ketika ia berada dalam rumah sakit. ssetiap detikku selalu kulewati bersamanya tanpa sedikitpun rasa penyesalan karna ia adalah wanita soleha penenang hatiku. Ia selalu mmbelai mesra pipiku saat ia terbaring lemah di rumah sakit. para susterpun sampai iri melihat kemesraan kami.

               Beberapa bulan berlalu keadaan istriku bukannya semakin membaik malah sebaliknya. Kucoba untuk menghubungi dokter dan melakukan apa saja asal istriku sehat kembali. Tapi dokter berkata bahwa masa pengobatan yang di jalani istriku adalah pengobatan yang sangat baik di sini. Ketika itu kami sedang duduk berdua ditaman , wajahnya pucat namun ia memaksakan untuk tersenyum padaku "munkin ini senyumku untukmu yang terakhir kali farhan"  aku menjawab"apa maksudmu aisyah. kita akan bersama-sama selamanya" aisyah:"tidak farhan, aku sudah tidak kuat menahan sakit ini telalu lama" aku menjawab:"tidak aisyah kau harus kuat. dmi aku demi cinta kita aisyah" saat iu kepalanya bersandar di bahuku. farhan: "aisyah kau harus berjanji untuk kuat demi aku" Aisyah:"aku berjanji farhan untuk slalu setia menunggumu di surga" lalu kusadari , aku tak mendengar lagi desahan nafasnya. Kupeluk erat tubuhnya  seakan tak ingin kulepas dan kumenangis melepas kepergiannya. "aisyah tunggu aku di surgaNya"

Hujan deras datang membuatku tersadar bahwa istriku telah kembali kerakhmatNya dan telah tenang di rumah barunya.  ---The END---

Sabtu, 17 Agustus 2013

Tugas Agama Islam


  1.Dalil-Dalil tentang adanya malaikat dari al-quran dan al-hadis
A.Dalil dalam al-qur’an: (1-8)
Firman Allah swt:
1.”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
2,“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
3.“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
4.“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
5.“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
 6.“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
7.“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al Muddatstsir: 31)
8.“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
B.Dalil dalam al-hadis: (1-6) Rasulullah bersabda:
 1.“Ya Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
2.“Sesungguhnya Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi para malaikat) dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3.“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik, Hadits ini shahih) 
 4.“Terkadang malaikat menjelma kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” (HR. Bukhari)
5.“Malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
6.“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.” (HR. Muslim)
2.PENGERTIAN IMAN KEPADA  MALAIKAT
Iman kepada malaikat ialah percaya dan yakin akan adanya makhluk Allah Swt yang tercipta dari cahaya (nur),dan makhluk itu mempunyai sifat-sifat yang tak pernah berbuat maksiat kepada Allah Swt, namun mereka selalu bertasbih, bertahmid, dan bersujud.
Malaikat adalah salah satu makhluk Allah SWT  yang gaib atau tidak tampak oleh mata. Dia tidak mempunyai nafsu, tetapi mempunyai akal. Dia dapat menjelma menyerupai apa saja, sesuai dengan kehendak Allah SWT. Malaikat memiliki kekuatan yang luar biasa; sehingga dapat mengerjakan hal-hal yang beraturan melebihi kekuatan manusia beratus-ratus, bahkan beribu-ribu jumlahnya sekalipun. Sifatnya yang ruhi atau halus tersebut membuatnya tidak butuh makan dan minum, apalagi pakaian seperti halnya manusia.

Malaikat diciptakan Allah SWT untuk melakukan tugas dan kewajiban yang diberikan Allah kepadanya, demi teraturnya alam semesta. Mereka sangat taat dan patuh atas semua perintah Allah, tanpa pernah berbuat durhaka sekalipun. Jumlahnya sangat banyak dan tidak ada yang mengetahuinya secara pasti, kecuali hanya Allah SWT. Namun yang wajib diketahui adalah malaikat yang disebut sebagai Malaikat Karubiyyun (penghulu malaikat), yaitu berjumlah sepuluh. Selain Malaikat Karubiyyun ada juga malaikat yang disebut kelompok Malaikat Muqarrabun. Sebagai muslim, kita wajib mengimani atau mempercayai dan meyakini adanya malaikat Allah. Sebab beriman kepada malaikat termasuk salah satu rultun iman yang enam. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

"Bukanlah menghadap kata wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu beriman kepada Allah., hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab dan nabi-nabi."
(Q-S. Al-Baqarah:177).
             Dalam sejarah, diperoleh gambaran bahwa sejak zaman purbakala sudah ada kepercayaan manusia yang gaib. Misalnya bangsa Greek (Yunani) mempercayai dewa Ares sebagai dewa peperangan, suku Kan'an dengan dewa Ba'ai, penduduk Meksiko dengan Dewa Matahari, bahkan ada yang mempercayai bahwa malaikat itu adalah anak perempuan Tuhan.
Untuk meluruskan kepercayaan yang salah tersebut, Allah menurunkan Islam dengan ajaran Tauhidnya. Melalui paham ini jelaslah bahwa pengabdian hanya semata-mata kepada Allah, Zat Yang Maha Esa, bukan kepada benda tertentu sebagaimana kepercayaan yang dianut orang-orang terdahulu.
Manusia diciptakan oleh Allah dari tanah (QS. Al Hijr: 28, Shaad: 71). Jin diciptakan dari "Nar" (api) yang panas (QS. Hijr: 27, Ar Rahman: 15). Malaikat diciptakan dari "Nur" (cahaya) berdasarkan hadits Rasulullah Swt, yang berasal dari Aisyah:
"Malaikat itu diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, sedang Adam dari apa pang telah diterangkan kepada kamu sekalian. " (HR. Muslim)
Al Qur'an dan hadits telah memberikan gambaran bahwa malaikat-malaikat Allah jumlahnya sangat banyak, tak ada yang dapat menghitungnya, kecuali Allah (QS. Al Mudatstsir: 31). Dalam Hadits Bukhari - Muslim diriwayatkan dari Anas r.a. tentang kisah Isra' Mi'raj bahwa Allah memperlihatkan "Al Baitul Ma'mur" di langit kepada Nabi Muhammad Saw, di dalamnya terdapat 70.000 malaikat yang tiap hari melakukan shalat. Siapapun yang keluar dari tempat itu tidak kembali lagi.
 
Dengan demikian, beriman kepada malaikat wajib hukumnya. Sebab Allah telah memerintahkan kepada umat Islam yang beriman kepada-Nya, hendaknya beriman pula kepada malaikat-malaikat yang diciptakan-Nya.
Makna beriman kepada malaikat, sesungguhnya adalah beriman dalam pengertian bahwa kita harus percaya akan keberadaan malaikat sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT untuk mengimani nya.
 3.TUGAS-TUGAS MALAIKAT
Diantara tugas dan fungsi mereka itu antara lain sebagai berikut:
1.      Malaikat Jibril, disebut juga Rukun Amin atau Ruhul Qudus mengemban tugas menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rasul.
2.      Malaikat Mikail bertugas membawa rezeki dari Allah kepada semua makhluk-Nya.
3.      Malaikat Israfil mengemban tugas meniup sangkakala pada hari kiamat.
4.      Malaikat Izrail mengemban tugas mencabut nyawa setiap makhluk hidup.
5.      Malaikat Raqib bertugas mencatat perbuatan manusia yang baik.
6.      Malaikat ‘Atid mengemban tugas mencatat amal manusia yang buruk.
7.      Malaikat Munkar mengemban tugas menanyai tiap-tiap orang yang baru masuk ke liang kubur.        
8.      Malaikat Nakir mengemban tugas sama dengan malaikat Munkar.
9.      Malaikat Malik bertugas sebagai penjaga neraka.
10.  Malaikat Ridwan mengemban tugas menjaga surga.
Selain malaikat yang berjumlah sepuluh tersebut di atas, ada juga malaikat lainnya yang mengemban tugas dan fungsi sebagai berikut:
1.      Sebagai penjaga Arasy Firman Allah SWT:

Artinya :
"(Malaikat-malaikat) yang memikul Arasy dan orang-orang yang berada di sekelilingnya bertasybih memuji Allah dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman…..” (Q-S. Al-Mukmin:7)

2.      Sebagai utusan Allah untuk mengurus berbagai urusan-Nya.
Firman Allah SWT
Artinya:
"Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing ada yang dua, tiga, dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kudus atas segala sesuatu." (Q.S. Al-Fathir:1).
 
3.      Penjaga hukum alam:
Firman Allah SWT:
 Artinya:
"Demi angin-angin yang menebarkan tanah (debu) dengan sekuat-kuatnya. Dan awan yang mengandung membawa hujan. Dan kapal-kapal yang ber layar dengan mudahnya. Dan demi malaikat yang membagi-bagi pekerjaan tersebut. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar. Dan sesungguhnya hari pembalasan pasti terjadi." (Q.S. Adzariyat: 1-6).
 
4.PENGHAYATAN KEIMANAN KEPADA PARA MALAIKAT
                   Sebagai muslim kita wajib menghayati keimanan kita pada malaikat. Sebab selain merupakan perintah Allah SWT, juga dapat mengandung hikmah bagi kehidupan di dunia dan di akhirat, diantaranya sebagai berikut:
1.      Dapat mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena malaikat adalah makhluk Allah yang tidak memerlukan makanan, minuman, pakaian dan sebagainya, tetapi mereka patuh dan taat menjalankan perintah Allah, tanpa keluhan sedikit pun. Kita sebagai manusia, makhluk Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk-Nya yang lain, mestinya malu kepada Allah, jika tidak mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Perhatikan firman Allah SWT:
Artinya: "
"(Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah pendirian orang-orang yang beriman." (Q.S. Al-Anfal: 12)

2.      Menambah sikap disiplin dan patuh dalam kebaikan. Di antara sifat malaikat adalah disiplin dan patuh atas segala perintah Allah SWT, sedangkan disiplin dan patuh itu merupakan sifat terpuji dan mulia. Karena itu, hendaknya kita dapat mencontoh kepada sifat-sifat luhur para malaikat.
Perhatikan firman Allah SWT:

Artinya:
"Bukanlah kebaktian itu menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian; malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan para nabi....." (Al-Baqarah: 177).

3.      Meningkatkan motivasi untuk berbuat baik. Sebab di antara malaikat ada yang bertugas mencatat dan mengawasi setiap amal perbuatan manusia. Apa pun bentuk perbuatan manusia, yang tampak dan yang tersembunyi pasti dicatatnya, baik itu amal baik maupun amal buruk. Karena itu, hendaknya kita berhati-hati dalam melakukan sesuatu, usahakan semua amal perbuatan kita mengarah pada yang baik-baik.
 
Perhatikan sabda Rasulullah saw:
إِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةً بِاِبْنٍ اَدَمٍ وَلِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيْعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيْبِ بِالْحَقِّ، وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيْعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيْقٌ بِالْحَقِّ فَمَنْ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَالْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللهِ وَلْيَحْمَدِ اللَّهِ وَمَنْ وَجَدَ اْلآخَرَ فَلْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ (رواه ابن مسعود)
Artinya:
“Syaitan itu dapat menggetarkan hati (mengajak hati) anak Adam (manusia) dan malaikat pun dapat menggerakan hati pula. Adapun ajakan syaitan ialah menjanjikan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedang ajakan malaikat ialah menjanjikan kebaikan dan mempercayai kebenaran. Maka barangsiapa yang menemukan (merasa mendapatkan) sesuatu dari ajakan malaikat, hendak lah ia mengerti bahwa yang demikian itu adalah dari karunia Allah, maka hendaklah, pula memuji kepada Allah itu. Tetapi barangsiapa menemukan yang lainnya (ajakan syaitan), hendaklah memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan." (H.R. Ibn Mas'ud)
 
5.PERILAKU BERIMAN KEPADA PARA MALAIKAT
Adapaun dalam beriman kepada malaikat, manusia hanya disuruh oleh allah swt. untuk mengimani dan mempercayainya saja dengan cara-cara sesuai dengan petunjuknya dalam kitab suci Al-Qur'an hadis. Contoh perilaku beriman kepada malaikat, antara lain:
1.    Rajin mengerjakan shalat berjamaah, karena para malaikat selalu menghadiri shalat berjamaah.
2.    Berperilaku dermawan, karena para malaikat selalu mendoakan orang yang senang bersedekah.
3.    Rajin belajar dan menuntut ilmu, kemudian mengajarkannya kepada orang lain.
4.    senang membaca Al-Qur'an, karena ketika Al-qur'an dibacakan, maka malaikat akan hadir dan mendengarkannya. Berperilaku baik dan jujur, karena merasa selalu diawasi malaikat.
5.Ta'at melaksanakan perintah Allah, sebagaimana dicontohkan malaikat dalam pengabdian-nya kepada Allah.
Penuh optimis dalam menghadapi bentuk kehidupan irti, karena yakin ada pelindungdan penolong.
My Teacher: Amri


 

Template by:

Free Blog Templates